Sabtu, 31 Januari 2015
MISTERI POCONG HITAM
Kamis, 29 Januari 2015
DEMAM TOGEL
JUDI itu dilarang! Ada banyak jenis judi yang ada dinegeri ini. Dari yang main kartu, judi koprok, taruhan bola, sampai yang taruhan sama temen buat cepet-cepetan dapet cewek. Dengerin ya buat cowok-cowok sok ganteng diluar sana!! Cewek itu bukan benda yang pantas untuk dijadikan bahan taruhan, mereka punya hati!! Oke para cewek, berterimakasihlah ke gue karena sudah membela kaum kalian (meski dengan terpaksa).
Balik lagi ke judi. Di desa gue (Dukuhpayung) sendiri, lagi demam togel akhir-akhir ini. Entah apa yang warga setempat pikirkan. Padahal menurut gue, masih banyak demam-demam lain yang lebih keren. Ada demam k-pop, demam India, dan yang lagi ngetren belakangan ini: demam harimau. Gue sendiri sebenarnya gak terlalu suka dengan segala jenis judi. Karena kakek gue bilang "judi hanya akan membuat kita miskin, kalaupun menang itu hanya bersifat sementara". Gue selalu ingat dengan kalimat kakek ini. Ya, gue emang cucu yang penurut.
Jujur, gue sangat resah dengan adanya tempat judi togel ini. Bagaimana tidak, togel ini menyerang hampir semua kalangan warga. Dari anak SMP, sampai kakek-kakek. Luar biasa bukan? Bayangkan saja, itu anak SMP... Bukan hanya itu, ada beberapa orang tua yang tega menyuruh anaknya sendiri yang masih kelas 2 SD untuk pasang togel. Astaghfirullahal'adzim... Orang tua macam apa itu, sampai-sampai anak sekecil itu harus tau dunia pertogelan. Gak sampai disitu aja pemirsa, ada yang lebih mencengangkan.
Ada tetangga gue (bapak-bapak), yang sampai terobsesi sekali dengan togel. Dia sering nanya nomor-nomor gak jelas gitu ke anaknya yang baru berumur 5 tahun (cowok). Yang lebih gila lagi, dia selalu nanya nomor ke setiap tamu yang datang kerumahnya pas baru aja masuk. Mungkin kira-kira begini kejadiannya:
"Assalamualaikum (tok tok tok)." si tamu memberi salam.
"Wa'alaikumsalam (buka pintu), sebutkan empat nomor!" kata si pejudi tanpa basa basi.
"Em-empat nomor?" si tamu kaget, tiba-tiba disergap pertanyaan seperti itu.
"Iya, sebutkan saja cepat!!!"
"No-nomor apaan?"
"SEBUTKAANNN!!!!" bentak si pejudi.
"Oke oke 6754, udah..udah saya sebutkan." kata si tamu dengan cepat karna bentakan si pejudi.
Si pejudi ini sangat peka dengan nomor-nomor. Semua nomor yang dilihatnya, pasti akan diingat dan diseleksi untuk akhirnya dibawa ke tempat togel. Sumpah gue heran seheran-herannya. Kenapa togel ini harus ada di desa gue.
Dari semua orang yang terserang wabah togel ini, ada satu yang benar-benar membuat gue kaget. Yaitu imam tarawih gue (musholah disini memang ada beberapa imam khusus saat tarawih) yang ternyata pasang togel juga. Ya, dia adalah imam sholat. Dan gue harus menerima kenyataan pahit ini. Bagaimana tidak kaget, dia adalah imam sholat yang tentunya tau banyak tentang agama. Sungguh ini benar adanya, bukan hanya sekedar gosip belaka. Gue melihat dengan mata kepala sendiri, seorang anak kelas 6 SD disuruhnya untuk pasang togel. Gue hanya bisa melihat dari kejauhan. Setelah anak itu disuruhnya, kemudian akan pulang (kebetulan lewat depan rumah gue). Gue pun mencegatnya, dan menanyakan yang baru saja orang itu suruhkan kepadanya.
"Eh tong, tunggu bentar tong." kata gue.
"Iya kenapa bang?" tanya si bocah.
"Lu tadi habis disuruh apa sama (gue menyebutkan nama)?"
"Pasang togel bang." jawab si bocah dengan entengnya.
"Hahhh??"
"Biasa aja lagi bang, udah biasa kok."
"APAHHH??" gue shock, lalu gue nanya lagi:
"Kenapa lu mau aja sih disuruh pasangin togel?"
"Karena ini bang (dia menunjukkan selembar uang seribuan)."
"Oh gitu, oke deh silahkan lanjutkan perjalanan kembali." Kemudian si bocah pun berlalu.
Oke oke, mungkin orang tersebut cuma iseng. Tapi yang gue takutkan disini adalah anak-anak itu. Merekalah generasi bangsa. Anak-anak biasanya cenderung memiliki rasa keingin-tahuan yang tinggi dan biasanya bersifat meniru orang dewasa. Tolonglah kepada semua pejudi togel, jangan libatkan anak-anak itu. Kalo mau pasang togel ya silahkan saja dengan baik dan benar. Mau jadi seperti apa bangsa ini kalau anak-anaknya saja terus dijejali dengan pengetahuan togel (gue sok peduli dengan negeri ini).
Rabu, 28 Januari 2015
Dukuhpayung dan Hal Absurd Yang Terkandung Didalamnya
Mungkin saat mendengar kata Dukuhpayung, yang terlintas dibenak kamu adalah buah dukuh. Tapi kenapa ada penggabungan kata 'payung' dibelakangnya? Apakah ini dukuh yang mirip payung? Atau payungnya yang mirip dukuh? Apa jangan-jangan yang jual dukuh punya kerja sampingan ngojek payung?
Apapun yang kamu fikiran, pada kenyataannya Dukuhpayung adalah nama sebuah desa. Desa yang berada di Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Desa yang setiap ada orang kaya raya disitu, semua warga akan mengira itu harta hasil nyupang (pesugihan) atau memelihara tuyul. Desa dimana kalau ada perempuan menikah muda, pasti dibilang hamil duluan. Dan desa dimana seseorang punya kendaraan baru (biasanya sepeda motor), warga akan bilang "ahh paling kredit". Tapi kalaupun kenyataannya itu dibeli dengan cash, warga tetap akan mengumpat "gila, sombong banget mentang-mentang punya motor baru". Aneh memang, dan sialnya gue dibesarkan didesa ini.
Tapi kenapa namanya Dukuhpayung? Konon, menurut mitos yang tersebar dikalangan warga, dahulu kala ada sebuah pohon dukuh besar nan rindang. Bentuknya menyerupai payung (katanya). Ketika datang musim kemarau, pohon tersebut kerap kali digunakan para petani (mayoritas pekerjaan warga) sebagai tempat berteduh disaat siang hari. Gue jadi mikir, kalau aja pohon itu masih ada. Mungkin jomblo-jomblo yang kepanasan karena mantannya lebih cepat dapet pacar dibanding dia, bisa berteduh dengan nyaman (gue juga mengharapkan hal yang sama).
Bicara soal jomblo, Dukuhpayung sendiri tempat bernaungnya banyak sekali jomblo. Spesies jomblo yang paling banyak disana adalah: karena tidak laku. Sedikit sekali jomblo yang karena prinsip, apalagi jomblo syariah (memangnya ada? Kayaknya sih hehe). Banyak faktor yang menyebabkan mereka tidak memiliki pacar, diantaranya: ada yang gagal jadian karena beda keyakinan (cowoknya yakin, tapi ceweknya enggak), ada yang orang tuanya gak setuju, tetangganya juga ikut gak setuju, bahkan ada yang gagal jadian karena tidak sama-sama nonton GGS (Ganteng-Ganteng Serigala). Oh my god parah banget -_-
Dukuhpayung juga dikenal masih terbelakang dalam hal pacaran. Dimana ketika ada cowok dari desa sebelah lagi ngapel malem-malem kerumah ceweknya (orang Dukuhpayung), pulangnya DIPALAKKK!!! Terdengar mengerikan memang, tapi itu belum seberapa. Kabar terakhir yang gue denger (karena saat ini gue di Bandung), ada cowok dari desa sebelah yang sampai DISODOMMIII!!! Karena gue di Bandung, jadi gak mungkin gue pelakunya :D. Tapi terlepas dari itu semua, warga Dukuhpayung tetap hidup rukun dan bergotong-royong. Terlebih saat tiba pembagian Raskin (Beras Miskin). Mereka juga hidup normal, mereka bernafas, mereka kentut, dan kadang ngupil dikeramaian. Seperti manusia pada umumnya, wajaarrr!!
*Artikel ini dibuat hanya untuk hiburan, ada beberapa yang benar, banyak juga yang mengandung kebohongan. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan dan terimakasih telah sudi membaca :)
