Rabu, 28 Januari 2015

Dukuhpayung dan Hal Absurd Yang Terkandung Didalamnya

   Mungkin saat mendengar kata Dukuhpayung, yang terlintas dibenak kamu adalah buah dukuh. Tapi kenapa ada penggabungan kata 'payung' dibelakangnya? Apakah ini dukuh yang mirip payung? Atau payungnya yang mirip dukuh? Apa jangan-jangan yang jual dukuh punya kerja sampingan ngojek payung?

   Apapun yang kamu fikiran, pada kenyataannya Dukuhpayung adalah nama sebuah desa. Desa yang berada di Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Desa yang setiap ada orang kaya raya disitu, semua warga akan mengira itu harta hasil nyupang (pesugihan) atau memelihara tuyul. Desa dimana kalau ada perempuan menikah muda, pasti dibilang hamil duluan. Dan desa dimana seseorang punya kendaraan baru (biasanya sepeda motor), warga akan bilang "ahh paling kredit". Tapi kalaupun kenyataannya itu dibeli dengan cash, warga tetap akan mengumpat "gila, sombong banget mentang-mentang punya motor baru". Aneh memang, dan sialnya gue dibesarkan didesa ini.

   Tapi kenapa namanya Dukuhpayung? Konon, menurut mitos yang tersebar dikalangan warga, dahulu kala ada sebuah pohon dukuh besar nan rindang. Bentuknya menyerupai payung (katanya). Ketika datang musim kemarau, pohon tersebut kerap kali digunakan para petani (mayoritas pekerjaan warga) sebagai tempat berteduh disaat siang hari. Gue jadi mikir, kalau aja pohon itu masih ada. Mungkin jomblo-jomblo yang kepanasan karena mantannya lebih cepat dapet pacar dibanding dia, bisa berteduh dengan nyaman (gue juga mengharapkan hal yang sama).

  
   Bicara soal jomblo, Dukuhpayung sendiri tempat bernaungnya banyak sekali jomblo. Spesies jomblo yang paling banyak disana adalah: karena tidak laku. Sedikit sekali jomblo yang karena prinsip, apalagi jomblo syariah (memangnya ada? Kayaknya sih hehe). Banyak faktor yang menyebabkan mereka tidak memiliki pacar, diantaranya: ada yang gagal jadian karena beda keyakinan (cowoknya yakin, tapi ceweknya enggak), ada yang orang tuanya gak setuju, tetangganya juga ikut gak setuju, bahkan ada yang gagal jadian karena tidak sama-sama nonton GGS (Ganteng-Ganteng Serigala). Oh my god parah banget -_-

   Dukuhpayung juga dikenal masih terbelakang dalam hal pacaran. Dimana ketika ada cowok dari desa sebelah lagi ngapel malem-malem kerumah ceweknya (orang Dukuhpayung), pulangnya DIPALAKKK!!! Terdengar mengerikan memang, tapi itu belum seberapa. Kabar terakhir yang gue denger (karena saat ini gue di Bandung), ada cowok dari desa sebelah yang sampai DISODOMMIII!!! Karena gue di Bandung, jadi gak mungkin gue pelakunya :D. Tapi terlepas dari itu semua, warga Dukuhpayung tetap hidup rukun dan bergotong-royong. Terlebih saat tiba pembagian Raskin (Beras Miskin). Mereka juga hidup normal, mereka bernafas, mereka kentut, dan kadang ngupil dikeramaian. Seperti manusia pada umumnya, wajaarrr!!





*Artikel ini dibuat hanya untuk hiburan, ada beberapa yang benar, banyak juga yang mengandung kebohongan. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan dan terimakasih telah sudi membaca :)

2 komentar: