Rabu, 13 Mei 2015

SULIT

       SEMUA cowok di dunia ini, pasti pernah merasakan sulitnya nyari pacar. Kecuali dia ganteng, tajir, dan rajin ibadah. Tapi itupun tetap akan sulit, kalau dia gila.

       Mungkin udah 7 bulan lebih gue jomblo. Oke gue tau, memang lama banget. Buat cowok seperti gue, memang sulit buat dapetin cewek. Ya..meskipun gue ganteng (banget).
       Bukan gue gak nyari, bukan gue gak usaha. Akan tetapi, gue gak bisa tekun dalam mengejar cewek yang gue taksir. Gue mudah menyerah. Kalau sepertinya cewek yang gue deketin gak suka sama gue, yaudah. Yaudah gue nangis.
      
       Di facebook, sudah gak terhitung lagi berapa kali gue nyoba deketin cewek, dan gagal. Awalnya memang enak, komen-komenan, lancar banget. Tapi tiba-tiba dia menghilang begitu saja. Saat seperti itu, gue cuma bergumam dalam hati: Ah, palingan dia habis liat koleksi foto gue. Pasti dia mengira gue adalah makhluk jelmaan: kambing ngesot.
       Sering juga gue komentar di status cewek cakep, tapi komentar gue gak ditanggapi. Giliran ada cowok lain yang komentar, dia menanggapi. Rasanya komentar gak ditanggapi itu serasa ada lebam-lebam di hati gitu.
       Deketin cewek cantik di facebook, sama aja kayak berharap jadi cakep: sulit. Kalau cewek yang biasa aja, mungkin dengan hanya ngirim Messenger, "Hai, boleh kenalan gak?" Dia sudah merespon kita. Simpel. Beda dengan yang cakep. Cewek cakep pasti sudah sering diajak kenalan sama cowok manapun dan dengan cara apapun. Jadi akan lebih susah dideketin. Menurut gue, minimal kita harus punya cara yang beda dalam ngajak kenalan cewek cakep. Karena percayalah, jadi beda itu lebih mudah daripada jadi ganteng.
       Cowok yang gak bisa tampil beda, pasti akan sulit buat ngajak kenalan. Dan akhirnya akan tiba pada titik dimana dia mulai frustasi dalam hal mendekati cewek.
       Sebagai contoh, gue pernah liat cewek di facebook meng-upload fotonya. Dengan penuh percaya diri tinggi, si cewek menuliskan keterangan di fotonya seperti ini: "Coba katakan, kayak apa aku? hehe :D"
       Kemudian ada satu cowok berkomentar, "Kayak anjing."
       Dibawahnya ada komentar lagi, "Iya, anjing banget."
       Gitu terus sampai 5 cowok lebih yang komentar seperti itu. Ya, jelas, cowok-cowok itu mulai lelah.

       Pernah juga gue nemuin cewek yang meng-upload fotonya yang sedang memakai seragam Indomaret. Ada beberapa cowok yang komentar dalam fotonya. Rata-rata sih komentarnya biasa aja, seperti: "Cantik banget." Kemudian ada juga cowok yang bilang, "Kerja di Indomaret mana?" Sampai yang paling absurd, "Gak sekalian pulsanya, Kaka?"
       Intinya, semua cowok pernah mengalami kesulitan dalam mencari pacar. Mereka juga punya cerita-cerita menyedihkan tentang PDKT. Sama seperti gue.
       Salah satu peristiwa menyedihkan yang gue alami saat PDKT, terjadi di sebuah sesi chatting gue di BBM (Blackberry Messenger). Gue udah cukup kenal dengan si cewek. Bisa dibilang kita temenan. Waktu itu, hari sudah menjelang tengah malam. Gue dan si cewek lagi asik chating di BBM. Kita cukup nyambung. Kita becanda, kita juga kirim-kiriman voice note. Dan..boom! Gue menyadari sesuatu: gue mulai suka cewek ini. 
       Hampir setiap hari gue chatting berjam-jam dengan dia. Sewaktu sedang kerja, rasanya gue pengen cepet-cepet kelar, hanya karena gak sabar pengen BBM-an dengan dia.
       Saat gue merasa dia juga suka sama gue, gue pun memberanikan diri buat nembak dia.
       Pada sebuah malam, sewaktu lagi BBM-an dengannya. Dan ketika gue baru saja mau bilang tentang perasaan gue ke dia, tiba-tiba... dia mati. Eh bukan, enggak begitu. Seakan mengerti apa yang akan gue katakan, dia mengirim pesan, begini:
       "Gue tuh benci banget tau gak."
       "Benci gimana?" Balas gue.
       "Iya gitu, setiap temen cowok gue, masa suka sama gue!" Katanya dalam BBM. Dia menambahkan, "Padahal gue cuma bales-balesin BBM-nya mereka, selayaknya temen aja gitu. Biar gak dikira sombong. Tapi kok, malah pada nembak gue."

       Ketika itu, gue langsung sadar. Hanya butuh beberapa detik buat gue mencerna pesan tersebut. Dan gue anggap pesan itu sebagai sebuah "kode". Ya, dia gak suka gue. Gue pun membalas pesan dia, "Terus, respon lo gimana saat mereka ngajak lo jadian?"
       "Ya gue coba bilang baik-baik kalo gue gak bisa." Balasnya. "Pasti mereka sakit kali, ya?"
       "Sakit, banget." Balas gue yang seakan bisa merasakan bonyoknya hati cowok-cowok yang dia tolak.

       Setelah kejadian itu, beberapa spekulasi bermunculan dipikiran gue. Pertama, dia tau bahwa gue suka dia. Dan dia takut kalau nanti gue nembak dia, karena sudah jelas dia gak bisa nerima gue. Dia juga bakal bingung mencari kata terhalus untuk menolak gue. Supaya tidak menyakiti hati gue. Karena mungkin saja semua kalimat terhalus yang dia tau, sudah dikeluarkan.
       Kedua, mungkin dia sebenarnya seorang alien. Dia sadar dunia kita berbeda. Sebelum semuanya terlalu jauh, maka dia memutuskan untuk memberi "kode" itu ke gue. Tapi karena spekulasi kedua dirasa mustahil, gue percaya spekulasi pertama.

       Di BBM, gue sering iseng ngajakin chatting cewek di kontak gue. Harapannya sih, ada cewek yang bisa gue jadiin pacar. Tapi harapan tinggallah harapan, kenyataannya tetap: sulit. Gue pernah ngirim pesan "Hai" sama cewek, tapi sampai sekarang cuma di D. Pertanda kalau pesan gue gak dia buka sama sekali. Pedih. Padahal hampir setiap hari dia gonta-ganti Display Picture di BBM-nya. Gue sampai lupa kapan gue ngirim pesan itu. Saking lamanya.
       Gue curiga, seperti apakah cewek-cewek tipe begini di kehidupan nyata? Jangan-jangan sama seperti yang di BBM. Mungkin saja saat ada temen dia yang nanya, "Putri, lo mau kemana?" Si Putri diem aja. Tidak menjawab sama sekali. Lalu beberapa bulan kemudian, Putri mendatangi temennya yang waktu itu nanya. Temen Putri kebetulan lagi di kantin. Lagi makan batagor enak-enak, Putri tiba-tiba bilang "Mau ke WC."
       "Maksud lo apaan sih, Put?" Jawab temennya sewot.
       "Enam bulan lalu kan lo nanya ke gue, mau kemana. Ya sekarang gue jawab, waktu itu gue mau ke WC, mau e'ek"
       Akhirnya muka Putri sukses dianugerahi sepiring batagor pedas oleh temannya.

       Gue juga pernah chatting sama orang yang mirip-mirip dengan kejadian si Putri ini. Bedanya, dia membalas pesan gue. Cuma lama banget. Kadang sejam baru bales. Kadang 3 jam. Kadang juga sampai besoknya dia baru bales.
       Pada suatu waktu, dia bilang dalam pesannya di BBM, "Kamu yang sabar ya kalo BBM-an sama aku, soalnya aku jarang banget stand by sama hape."
       "Iya, maaf." Balas gue singkat.
       Tapi beberapa menit kemudian, dia mengganti status di BBM-nya, tanpa membuka pesan gue. Itu sakit banget. Bahkan dia rela berbohong hanya demi supaya gak BBM-an sama gue. Mungkin dia bingung mau bilang apa lagi supaya gue gak BBM dia. Bisa saja dia sebenarnya ingin mengatakan terus terang, "Tolong delete gue dari daftar kontak lo! Soalnya gue capek harus bolak-balik nyuci jempol gue 7 kali pas gak sengaja nyentuh nama lo di BBM gue!!"
      
       Sejujurnya, gue gak suka BBM. Gue lebih suka WhatsApp. Mungkin dulu waktu jamannya Blackberry, gue suka-suka aja. Tapi sekarang, ya ampun, gue merasa BBM sudah disalah-gunakan. Banyak manusia-manusia alay didalamnya. Broadcast tiap jam. Promosiin pin, seperti: "Invite temen aku ya, namanya Putri. Baik, cantik, gak sombong.. gak invite nyesel, lho!!"
       Cantik? Mungkin. Baik dan tidak sombong? Aarrrgghh..
       Terus juga kalimat "Gak invite nyesel, lho." Ini apa coba?!! Bagaimana mungkin dia yakin banget kalau gue gak invite, gue bakalan nyesel. Memangnya ada gitu, kasus dimana seorang pemuda memanjat tower, akan bunuh diri. Kemudian orang-orang rame dibawah. Polisi berteriak dengan speaker , "Turun Mas! Jangan lakukan itu!"
       Si pemuda menjawab, "Tidak Pak! Percuma saya hidup, karena aku tidak sempat invite pin BB Putri, Pak. Saya bakalan nyesel seumur hidup Pak, saya bakal nyesel."

       Tapi ya terpaksa gue pake BBM, soalnya banyak temen gue yang pake juga. Biar gampang aja komunikasinya. Gue yakin banyak juga yang gak suka sama BBM tapi tetep pake karena alasan yang sama.






Pesan moral:
       Kadang seseorang yang kamu inginkan, belum tentu kamu butuhkan. Kita mungkin terlalu mengejar orang yang pas menurut kita, tanpa tau ada siapa di dekat kita.
       Terkadang juga, seseorang yang justru kita butuhkan, sebenarnya ada di dekat kita. Tanpa kita sadari, karena sibuk mencari yang menarik dimata kita. Jadi, kenalilah keadaanmu terlebih dahulu. Dimanakah kamu, dan siapa yang ada buat kamu :)




SALAM GANTENG

(Oponk Sutrisno)










Baca juga artikel lainnya:

Balada Makanan Terhina

Pengumuman Resmi Reuni SD Dukuhpayung Lulusan 2007

Apa yang Akan Kamu Lakukan Lima Tahun Mendatang?

Beberapa Peraturan Tidak Tertulis Namun Harus Dipatuhi Cowok Dalam Berteman Dan Berasmara

Andai Saja Lebih Berani

AAUUWWHHH...

Behind the Event of Baturraden Reunion

Sepenggal Cerita Di Desa Slarang Kidul 1

Sepenggal Cerita Di Desa Slarang Kidul 2

(puisi) KETIKA HATIKU ADA YANG MENGETUK

Dukuhpayung dan Hal Absurd Yang Terkandung Didalamnya

DEMAM TOGEL

MISTERI POCONG HITAM

ASAL JANGAN BAND METAL

MENCINTAI DALAM DIAM

Apa Keluhanmu? #TanyaOmTeri Aja 

#TanyaOmTeri, Ini Jawabannya...

#TanyaOmTeri, Ini Jawabannya...part 2

BANDUNG LOVE STORY

BANDUNG LOVE STORY 2

BANDUNG LOVE STORY 3

Tentang Oponk dan cerita absurd lainnya

Download aplikasi pro gratis untuk android (sangat berguna)

Emm Uuu

Fakta-fakta cowok yang mungkin kamu belum tau

MAKE THINGS HAPPEN!

Cliponyu, sebuah aplikasi recomended untuk jomblo. Download gratis.

PEMIMPIN CILIK.

TIPS MENGHADAPI BEGAL

Tips Agar Kesan Pertama Saat Kencan Jadi Tak Terlupakan

Kamis, 07 Mei 2015

Balada Makanan Terhina

       BEBERAPA hari ini, gue sering inget masa-masa SD dulu. Mungkin ini efek dari akan diadakannya reuni alumni gue.
       Gue inget saat tugas bikin telor asin. Tapi pas mau di rebus setelah dua minggu diasinkan, malah telornya dicuri.
       Gue juga inget saat ada tugas masak. Waktu itu gue ada dikelompok yang bisa dibilang cukup hebat dalam hal masak-memasak untuk ukuran anak SD. Tapi setelah masakan jadi, gue cuma makan satu piring. Padahal masing-masing kelompok membuat banyak masakan. Mau nambah, tapi kayak ada malu-malunya gitu.

       Sewaktu istirahat sekolah, gue juga inget jajan apa saja yang biasa gue beli. Tapi yang paling lucu, adalah ketika gue beli gorengan. Sejenis bongkrek. Kalau bongkrek kan hitam, tapi itu putih. Di desa gue, biasa disebut gembus. Yaitu sebuah makanan yang konon katanya, terbuat dari ampas tahu.
       Walaupun makanan ini terdengar gak elit banget, tapi setiap bel istirahat dibunyikan, si penjual gorengan ini selalu diserbu anak-anak. Bukan, si penjual bukan maling. Maksudnya, anak-anak berduyun-duyun untuk beli gembus itu.
       Gak jarang ada anak yang gak kebagian. Dan akhirnya harus sabar menunggu gorengan selanjutnya.
       Sembari menunggu gorengan matang, anak-anak biasanya menyiapkan kertas kecil yang disediakan si penjual untuk alas gembus, supaya gak terlalu panas di tangan. Setelah matang, gembus baru diangkat dari wajan, dalam hitungan detik, langsung habis. Untuk mendapatkannya, kita harus berdesak-desakan. Ya, kita berebut hanya untuk makanan yang tidak berharga: gembus.
       Mungkin, kalau si penjual mengadakan promo dengan beli satu gratis satu, pasti anak-anak akan berebut dengan "liar". Kalau beli satu gratis dua, mungkin anak-anak akan berebut sambil jambak-jambakan. Kalau beli satu gratis sepuluh, bisa-bisa banyak anak tewas dengan penuh luka tusuk.
       Seandainya peristiwa berdarah itu terjadi, pasti bakal lucu banget kali ya. Nanti masuk penjara. Pas ditanya polisi, "Kenapa kamu membunuh teman kamu?" Dia akan menjawab dengan lugu, "Dia merebut gembusku, Pak." Benar-benar alasan yang aneh. Bagaimana mungkin nyawa seseorang bisa ditukar hanya dengan gembus.

       Pernah pada suatu hari, saat gue lagi ngantri beli gembus, gue diceramahin sama seorang bapak-bapak. Si bapak duduk di sebuah kursi panjang yang ada di dekat warung si penjual gembus. Kebetulan saat itu gue berdiri di dekat si bapak.
       Kemudian si bapak menepuk lengan gue.
       Gue nengok. Si bapak tiba-tiba bilang, "Jangan makan yang panas-panas, nanti gigi kamu cepat ompong. Apalagi kalau sambil minum es."
       Gue cuma manggut-manggut.
       Tak berapa lama, si penjual mendekati si bapak dan menyerahkan pesanan si bapak: sepiring gembus yang baru matang dan segelas es serut.
       Gue melongo.
       Entah kenapa si bapak ini mengingatkan gue untuk tidak makan makanan yang panas sambil minum minuman dingin, padahal dia sendiri melakukan itu. Ini sama aja kayak misalkan si bapak tersebut bilang ke gue, "Jangan membunuh orang, dosanya besar!" Tapi sambil bilang begitu, si bapak lagi memutilasi mertuanya.

       Kembali ke soal gembus.
       Kenapa gembus itu begitu laris? Karena eh karena merusak fikiran. Enggak, bukan itu. Tapi karena harganya yang sangat murah. Sewaktu SD dulu, untuk satu buah gorengan gembus, hanya dihargai seratus rupiah. Murah banget memang. Itu sebabnya, gembus selalu diidentikkan dengan makanan orang miskin.
       Saking hinanya gembus dimata masyarakat, sampai ada seorang bapak, tetangga gue, yang akan memaki istrinya kalau dia memasak gembus. Dia beranggapan bahwa gembus adalah makanan yang jika dimakan, bisa membuat anak-anaknya menjadi bodoh. Karena gembus hampir tidak mengandung protein.
       Jadi ceritanya, bapak-bapak tetangga gue itu baru saja pulang dari sawah. Bajunya yang lusuh dan berlumpur melengkapi keletihan dia setelah dari pagi mencangkul disawah. Siang yang begitu terik, si bapak sampai di depan rumahnya. Dia menaruh cangkulnya di depan rumah. Kemudian dia masuk sembari melepas topi anyaman bambu (khas petani) yang ia kenakan.
       Setelah masuk, si bapak yang merasa lapar langsung menuju ke meja makan. Dibukanya tutup makanan di meja. Tapi kemudian dia terkejut. Si bapak melihat semangkuk sayur kangkung yang dicampur dengan gembus. Dan sepiring gembus goreng. Jelas saja dia murka. Wajahnya terlihat seakan menahan kemarahan yang begitu besar. Siap untuk melabrak istrinya. Si bapak lalu sontak berteriak, "IBUUUU!!!!!" Sang istri yang kaget, langsung bangun dari tidurnya. Lalu keluar dari kamar. Rambutnya yang terlihat tidak rapi, dan daster lusuhnya tidak ia hiraukan lagi.
       Sang istri mendekati si bapak. Lalu dia bertanya dengan muka keheranan, "Lho, ada apa ini, Pak?"
       "Ada apa-ada apa!" Kata si bapak sewot. Dia melanjutkan, "Masakan apa ini! Bapak bekerja dari pagi, mencari nafkah untuk keluarga, cuma dikasih makanan beginian??!!"
       "Ta..tapi, Pak.."
       "Pokoknya Bapak tidak mau keluarga kita makan makanan beginian!!" Potong si bapak yang tidak memberi kesempatan kepada istrinya untuk menjelaskan. Dan dengan memukul meja makan, si bapak berteriak, "BUAAANGGG!!"
       "Ta..tapi.."
       "BUANGG, BUUU!!!"
       "Ta..tapi sa..saya bukan istri bapak!" Jelas sang istri terbata-bata.
       "Huhhh??" Si bapak bingung.
       "Iya Pak, Bapak salah masuk rumah. Rumah Bapak yang sebelah sana."
       Si bapak yang malu, berkata dengan cengengesan, "Oh, maaf ya Bu hehe."
        Kemudian dia pulang kerumahnya. Ternyata keletihan yang dihasilkan dari kerja kerasnya, membuat si bapak tidak bisa melihat dengan jelas. Kasihan sekali ya.
       Untung saja si bapak itu merasa lapar. Coba kalau dia ngantuk. Dia pasti masuk kamar dan langsung berbaring disamping perempuan yang ia anggap sebagai istrinya itu. Kemudian mereka berdua tidur dengan pulas. Tapi beberapa saat kemudian, suami (asli) perempuan tersebut pulang kerja. Dan dia melihat istrinya dengan pria lain di kamarnya. Pasti sang suami marah banget. Akhirnya, si bapak dan si perempuan itu tidur untuk selama-lamanya.

       Oke sorry, cerita diatas itu gue dapet ngarang. Tapi soal bapak-bapak tetangga gue yang benci gembus itu benar adanya. Gue juga heran, kenapa si bapak begitu rendah menilai gembus. Seakan gembus hanyalah makanan hina yang tidak pantas ada dirumahnya.
       Kalau diibaratkan dalam kehidupan nyata, mungkin gembus sama seperti seorang cowok miskin. Dia mencintai gadis anak saudagar kaya. Dan sudah jelas, orang tua gadis tersebut tidak setuju. Kemudian si gembus luntang-lantung kehilangan cintanya. Ohh, sungguh cerita yang mengharukan ya? (Apaan sih!! :D)

       Sebagai contoh manusia(?) miskin, gue sendiri cukup akrab dengan gembus. Dulu, nenek gue sering masak gembus. Walaupun setiap hari dia masak tempe. Ya pokoknya No Day Without Tempe. Tapi menurutnya, gembus merupakan salah satu bahan makanan yang fleksibel. Karena jika dimasak sama ayam, maka rasanya sama seperti ayam juga. Jika dimasak sama kambing, rasanya pun akan sama seperti kambing.
       Gue jadi penasaran. Seperti apa rasanya, jika gembus dimasak dengan mantan? Hmm.. mungkin rasanya KENANGAN haha





Baca juga artikel lainnya:

http://mirongteri.blogspot.com/2015/05/pengumuman-resmi-reuni-sd-dukuhpayung.html?m=1

http://mirongteri.blogspot.com/2015/04/apa-yang-akan-kamu-lakukan-lima-tahun.htmlm=1

http://mirongteri.blogspot.com/2015/04/beberapa-peraturan-tidak-tertulis-namun.html?m=1

Andai Saja Lebih Berani

AAUUWWHHH...

Behind the Event of Baturraden Reunion

Sepenggal Cerita Di Desa Slarang Kidul 1

Sepenggal Cerita Di Desa Slarang Kidul 2

(puisi) KETIKA HATIKU ADA YANG MENGETUK

Dukuhpayung dan Hal Absurd Yang Terkandung Didalamnya

DEMAM TOGEL

MISTERI POCONG HITAM

ASAL JANGAN BAND METAL

MENCINTAI DALAM DIAM

Apa Keluhanmu? #TanyaOmTeri Aja 

#TanyaOmTeri, Ini Jawabannya...

#TanyaOmTeri, Ini Jawabannya...part 2

BANDUNG LOVE STORY

BANDUNG LOVE STORY 2

BANDUNG LOVE STORY 3

Tentang Oponk dan cerita absurd lainnya

Download aplikasi pro gratis untuk android (sangat berguna)

Emm Uuu

Fakta-fakta cowok yang mungkin kamu belum tau

MAKE THINGS HAPPEN!

Cliponyu, sebuah aplikasi recomended untuk jomblo. Download gratis.

PEMIMPIN CILIK.

TIPS MENGHADAPI BEGAL

Tips Agar Kesan Pertama Saat Kencan Jadi Tak Terlupakan      

Jumat, 01 Mei 2015

Pengumuman Resmi Reuni SD Dukuhpayung Lulusan 2007

       ALHAMDULILLAH setelah sekian lama gue makan indomie dua kali sehari, ditambah sama sendal rebus saat malam hari, akhirnya gue bisa nabung. Hasil tabungan gue yang gak seberapa itu, gue gabungkan dengan temen-temen lain buat uang muka PO bus.
       Dengan kata lain, insyaallah tahun ini kita reuni dengan piknik ke Jogjakarta. Iya JOGJAAA.... hehehe

       Karena kita bego, kita sengaja pakai salah satu jasa biro tour & travel terbaik di Tegal. Yaitu dari PT. Grand Sri Rama Prima, atau yang biasa disebut GSP Tour. Karena takut dikira promosi, jadi buat yang ingin tau siapa itu GSP Tour, silahkan kunjungi website-nya di www.gsptourtegal.com
       Kenapa pakai jasa biro tour & travel? Karena kita gak mau ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Tentunya, mereka (GSP Tour) sudah sangat profesional dalam hal ini dibanding kita. Kita juga berniat memberikan kesan "Wah" pada reuni kali ini.
       Belajar dari pengalaman, kita akan mengutamakan kenyamanan untuk temen-temen semua. Dengan memberikan bus yang bisa dibilang cukup mewah. Dalam hati yang terdalam, gue juga sangat ingin mengobati "luka" Baturraden kemarin. Maka dari itu, kita mempersiapkan ini dengan baik agar bisa memberi yang terbaik untuk temen-temen semua :D

       Oke langsung aja ya. Ini dia fasilitas yang akan kamu dapat jika ikut reuni ini:

Satu
       Pertama tentu saja tempat wisata. Dalam hal ini, kita sudah mencoba mencari tempat wisata yang keren. Atas pertimbangan dan seleksi yang begitu ketat, pilihannya jatuh kepada: Goa Pindul, Pantai Baron, dan Malioboro.
       Di Goa Pindul, kita bisa menikmati Cave Tubing GRATIS. Yaitu kegiatan seperti Arum Jeram, tapi menggunakan ban dalam sendiri-sendiri. Dan kita akan ber-Cave Tubing menyusuri sungai dalam goa yang terdapat stalaktit dan stalakmit yang begitu indah.
       Kemudian Pantai Baron. Kenapa Pantai Baron? Karena pantai ini berbeda dengan yang lain. Yaitu posisinya menjorok ke laut, seperti teluk dengan di kapit dua buah bukit keren di kedua sisi pantainya.
       Dan Malioboro. Sudah tau kan? Yap, Malioboro adalah sebuah jalan yang terletak di jantung kota Jogja. Disini kita bisa membeli souvenir atau oleh-oleh buat keluarga dirumah dan gebetan hehe..
       Untuk lebih lanjutnya, silahkan gugling aja tempat wisata tersebut supaya lebih tau.

Dua
       Sebuah bus pariwisata berukuran Medium dengan 33 kursi. Masing-masing dua kursi-dua kursi. Jadi sudah pasti lega hehe.. Bus juga dilengkapi AC, TV, Sound, dan Karaoke bagi yang ingin bernyanyi sekaligus ingin membuat kuping seisi bus berdarah hahaha... Cukup mewah lah hehe..

Tiga
       Dapet makan dua kali dirumah makan, pagi dan siang. Malamnya dapet snack satu kali. Kita pikir, saat malam nanti kita di Malioboro, jadi anak-anak semua pada jajan sendiri, jadi gak laper. Lagian itung2 ngurangin anggaran, biar sedikit murah hehehe..

Empat
       Kita juga akan mendapatkan sebuah dokumentasi digital, berupa video shooting dari pihak bus. Dokumentasi tersebut nantinya bisa kita dapat dalam bentuk CD. Kaset yah maksudnya, bukan itu!! Haha

Lima
       Selanjutnya, kita juga mendapatkan asuransi dan P3K. Dan yang terpenting adalah, kita juga menyediakan kantong kresek hehe..

       Nah, itulah fasilitas yang akan kamu dapatkan. Gue persingkat deh ya:

-Tujuan wisata: Goa Pindul, Pantai Baron, dan Malioboro.
-Bus pariwisata full AC 33 kursi.
-Makan terjamin 2x dan snack 1x.
-Dokumentasi digital/video shooting.
-Asuransi perjalanan wisata.
-P3K dan Obat-obatan ringan.
-Tiket masuk Obyek Wisata.

Tanggal keberangkatan: 20 juli 2015, pukul 16:00 WIB (jam 4 sore).

       Untuk pendaftaran peserta reuni, dikenakan biaya sebesar Rp. 380.000 (Tiga ratus delapan puluh ribu rupiah). Karena hanya ada 33 kursi, jadi siapa cepat dia dapat yah.. hehe Karena menurut data yang gue dapat, reuni Baturraden kemarin ada sekitar 40 anak lebih yang ikut :D
       Pendaftaran mulai dibuka hari ini sampai dengan tanggal 15 juli 2015. Dikarenakan, tiga hari sebelum pemberangkatan, kita harus sudah melunasi biaya ke pihak busnya. Jadi buat temen-temen yang sudah punya uang, mending daftar sekarang daripada nanti gak kebagian kursi. Buat yang belum punya uang, nabung aja dulu ya. Sambil berharap bisa kebagian kursi hehe.. Tapi tenang, pembayaran bisa di cicil kok. Ya 3-6 kali lah hehe...
       Pembayaran bisa dilakukan melalui ATM/Bank/Kantor Pos, dengan mentransfer uang pendaftaran tersebut ke nomor rekening berikut:

BRI   : 585701009885536
A/N  : Lilis Sugiarti
KCP  : Jatirokeh, Songgom, Brebes.

       Setelah mentransfer, foto/screen shot bukti transfer dan segera kirimkan ke BBM/inbox Facebook panitia atau langsung ke bendahara kita.
       Bagi yang mentransfer via ATM dan kertas resi-nya gak keluar, segera konfirmasi ke pihak bendahara panitia. Supaya bisa langsung di cek, dan nama kamu terdaftar.
       Untuk info lebih lanjut, berikut kontak panitia yang bisa kamu hubungi:

Popon  : 085721320302
Ucup    : 085659621548
Birin     : 083822684124
Kluning: 085713141334
Burhan : 087730900369
Lilis      : 081908811433 (Bendahara)

BBM: 7D3FC43C (Popon)
           553337A0 (Lilis)

       Sudah jelas kan? Kalo belum, boleh kok tanya-tanya dulu dengan menghubungi kontak diatas.

       Kenapa kamu harus ikut? Karena reuni ini akan memecahkan rekor. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, reuni alumni SD Dukuhpayung diadakan dengan piknik ke Jogja. Dan merupakan yang terjauh. Sungguh pencapaian yang luar biasa untuk Anak 2007 (Lulusan tahun 2007), jika reuni ini sukses.
       Pencapaian ini juga otomatis akan mengangkat harkat dan martabat Anak 2007 dimata alumni lain. Sekaligus menunjukkan bahwa kita selalu kompak, dan bisa memberikan contoh yang baik untuk alumni lain.
       Oke sorry, mungkin gue terlalu berlebihan. Gue tau ini cuma reuni SD. Bagi sebagian Anak 2007, mungkin reuni ini gak penting. Tapi, bukankah untuk bisa mendapat pencapaian besar, dimulai dari mencapai hal kecil terlebih dahulu?

       Kadang, gue kepikiran, ternyata kita sudah dewasa. Kita sudah tau kemana arah hidup kita. Kita tau jalan mana yang akan kita tempuh. Kita juga tau apa yang penting dan harus kita prioritaskan.
       Kadang, gue juga merasa kalau reuni ini diadakan terlambat. Karena, sudah pasti banyak dari kita yang menganggap hal ini remeh dan gak pantes diprioritaskan. Gue ngerti dan paham betul akan hal ini.
       Maka dari itu, gue sangat berharap temen-temen semua dengan antusias ikut reuni ini. Karena gue ingin membuat sebuah kesan manis kepada alumni kita, Anak 2007. Sebelum akhirnya, kita akan menjalani hidup yang sudah kita tentukan masing-masing. Dalam artian, ini adalah reuni terakhir yang diadakan dengan pergi piknik. Mungkin selanjutnya, reuni akan diadakan hanya sebatas kumpul bareng, makan kacang Garuda, dan minum Ale-Ale rasa sirsak. Karena gue yakin, reuni Jogja ini akan sangat tidak penting jika diadakan tahun depan atau tahun selanjutnya.

       Gue dan temen-temen panitia lain, sudah berusaha nabung untuk PO bus. Sudah pasti bus ready di hari keberangkatan nanti. Dan bukan lagi menjadi masalah seperti reuni Baturraden kemarin. Kesuksesan acara ini ada ditangan kita semua. Bukan gue, dia, ataupun mereka. Tapi KITA SEMUA.
       Ya betul, ditangan kita semua. Coba lihat tangan kamu, lalu tamparkan ke pipi kamu berulang-ulang sambil bilang: "Mereka membutuhkanku! Ya, mereka membutuhkanku!!"
       Lakukan ritual ini setiap bangun tidur pagi, hingga akhirnya kamu bisa merasa "Aku butuh mereka."






    SALAM GUDEG

(Panitia reuni Jogja)

Selasa, 14 April 2015

Apa yang Akan Kamu Lakukan Lima Tahun Mendatang?

rendyconan

Kaskus Geek 27-03-2015 13:48#1

Apa Yang Lo Inginkan 5 Tahun Mendatang?

  (www.kaskus.co.id)
STK#94 
Quote:Quote:Pendahuluan

Quote:

“sebuah pertanyaan sepele yang memiliki arti penting dalam hidup lo”

Apa sih sebenernya yang paling lo mau 5 tahun mendatang? sebuah pertanyaan layaknya mimpi yang ingin lo wujudkan. Pertanyaan yang berbuah positif jika lo ingin serius menginginkannya. 5 tahun adalah proses lo mewujudkan apa yang paling lo inginkan, baik itu karir, percintaan atau perjalanan hidup lo lainnya. Pertanyaan ini juga akan membuat lo secara psikologi mampu membuat lo semangat menjalani hidup lo. Kenapa? Simak alasannya di bawah ini 






Quote: Apa Yang Lo Inginkan 5 Tahun Mendatang? 

Quote:Quote:5 Tahun Adalah Waktu yang PasTidak Terlalu Cepat, Bahkan Tidak Terlalu Lama

Via genius.comQuote:

Waktu gak pernah mau kompromi. Tidak peduli siapa lo, apa yang akan lo lakukan, waktu akan terus berjalan dengan acuh tak acuh. Mau gak mau kita yang mengikuti mereka berlari. Untuk mewujudkan apa yang lo mau. 5 tahun adalah waktu yang pas untuk mengukur apakah lo bisa mewujudkan mimpi lo, atau ngga 

5 tahun gak seperti wish listyang lo harapkan setiap menjelang pergantian tahun, yang setiap tahun belum bisa lo wujudkan. 5 tahun gak seperti cita-cita yang pernah lo ucapin dari kecil, seperti menjadi pilot, dokter atau apapun itu. 5 tahun adalah waktu yang pas untuk bisa menjawab apakah lo bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya atau ngga. Selain itu, 5 tahun juga waktu yang tepat untuk mengukur seberapa besar mimpi lo 

Quote:Quote:5 Tahun Nantinya Adalah Bagian dari Mimpi Terbesar Lo

Via opencloud.proQuote:

Hidup hanya sekali, semua orang punya mimpi terbesar dalam hidupnya, tetapi tidak semua orang tidak benar-benar serius ingin mewujudkan mimpinya tersebut 

Gak mudah memang, tapi dengan menjalankan semua jawaban lo mengenai pertanyaan “apa yang lo lakuin 5 tahun mendatang”, lo secara langsung akan berusaha mewujudkan mimpi terbesar lo, apapun itu. 5 tahun nantinya merupakan proses dari mewujudkan mimpi lo yang besar, yang gak semua orang bisa mewujudkannya 

Quote:Quote:Gak Cuman Berguna Buat Lo Sendiri Dan Juga Untuk Orang Lain

Via becomingengaged.comQuote:

5 tahun bukanlah proses yang instan. Itulah sebabnya banyak orang yang lebih serius bertanya mengenai hal ini. 5 tahun adalah proses mewujudkan mimpi lo yang berguna buat orang lain. Mulai dari keluarga lo, calon pendamping lo, anak-anak lo nantinya, atau bahkan perusahaan di mana lo bekerja 

Makanya gak dikit perusahaan yang selalu bertanya “apa yang lo lakuin 5 tahun nantinya” pada saat kita melamar pekerjaan. Memiliki rumah, atau perusahaan sendiri, atau posisi jabatan tertentu bisa diwujudkan dengan mudah lewat 5 tahun, jika benar-benar lo inginkan dan lo lakuin dengan kerja keras 

Quote:Quote:Jika Lo Gagal mewujudkan, Bisa Jadi Lo Juga Gagal Dalam Hidup

Via harpersblock.comQuote:

Gak main-main, waktu 5 tahun dirasa waktu yang sangat singkat untuk dihadapi, dan waktu yang sangat lama jika lo gagal mewujudkan. Dengan waktu 5 tahun, lo bisa mengukur kemampuan lo yang sebenarnya 

Namun apabila gagal, lo akan dianggap orang yang menyia-nyiakan waktu yang lo dapat selama 5 tahun lamanya. Bukan perkara mudah membuang waktu selama itu, sehingga pantas aja jika lo dianggap orang yang gagal dalam menjalani hidup 

  (mindcriminals.com)

Quote:Quote:Penutup
Quote:

Disaat waktu terus berjalan dan tidak peduli dengan apa yang kita inginkan, waktunya kita untuk fokus dengan mewujudkan mimpi kita 





Sumber: kaskus










Selasa, 07 April 2015

Beberapa Peraturan Tidak Tertulis Namun Harus Dipatuhi Cowok Dalam Berteman Dan Ber-asmara

       PERNAH gak sih kamu suka sama cewek, tapi cewek itu lagi di gebet temen kamu? Pasti pernah, ya. Pernah juga gak sih kamu cuci muka pake odol? (Yang ini jangan dicoba dirumah ya!)
       Kejadian seperti ini sudah pasti gak enak banget. Mau maju, gak enak sama temen. Mau mundur, kitanya udah terlanjur nyaman. Mau ke samping, ada nenek-nenek mainan Barbie. Serba salah deh. (Ngapain lagi nih nenek!)
       Bisa gak bisa, kejadian-suka-sama-orang-yang-lagi-di-gebet-temen-sendiri ini harus dicegah. Tapi bagaimana caranya? Gampang, minum air perasan kulit durian! Eh..ehmm serius. Gue punya beberapa peraturan tidak tertulis, yang tidak boleh dilanggar sama cowok dalam berteman dan ber-asmara. Berikut beberapa peraturan tersebut:




1. JANGAN DEKATI PACAR TEMEN
       Yang ini jelas gak boleh ya. Mendekati pacar orang lain aja udah salah, apalagi pacarnya temen sendiri. Yang gue maksud disini adalah: mendekati pacar temen karena naksir, lho. Udah pada tau lah pasti.
       Gue sendiri suka bingung, sama orang yang mencoba menggoda cewek yang udah punya pacar. Ya "rendah" aja gitu, jelas-jelas dia udah punya cowok, masih aja dideketin. Kayak gak ada cewek lain aja. Oke, mungkin kamu tipikal cowok yang susah dapetin cewek. Tapi ketahuilah, lelaki sejati itu adalah dia yang bisa menghargai sebuah hubungan. Bukan malah mengganggu.
       Gini deh, kalaupun si cewek itu mau kamu deketin, terus dia mutusin pacarnya, dan akhirnya jadian sama kamu. Memangnya kamu yakin si cewek itu akan setia sama kamu? Bisa aja dia diam-diam selingkuh, lalu nasib kamu bakal sama seperti mantannya yang ia putusin gara-gara kamu. Coba renungkan baik-baik, apalagi kalo cewek itu pacar temen kamu sendiri. Jangan sampe deh, ya.

2. JANGAN DEKATI MANTAN PACAR TEMEN
       Sebaiknya ini juga jangan sampai dilakukan. Walaupun mereka sudah putus, tapi bisa aja ada "sesuatu" yang masih membekas dihati. Mending nyari cewek lain aja deh.
       Mungkin temen kamu mengijinkan kamu deketin mantannya, tapi hati orang siapa yang tau? Lagian, memangnya kamu gak merasa gimana gitu deketin bekas temen sendiri. Jangan deh ya. Apalagi kalo temen kamu dulunya cinta banget sama mantannya, pasti akan membuat temen kamu sedih kalo kamu deketin mantannya.

3. JANGAN DEKATI CEWEK GEBETAN TEMEN
       Hal ini akan menjadi rumit kalo cewek yang kamu dekati, ternyata gebetan temen kamu sendiri. Gue sendiri pernah dalam posisi ini. Saat itu temen gue mengijinkan gue buat maju deketin si cewek itu. Dan dia yang mundur. Tapi setelah gue jadian sama cewek itu, gue ngerasa gak enak gitu lho sama temen gue. Entah kenapa ya.
       Belajar dari pengalaman gue ini,  mending kamu ngalah aja. Biarin temen kamu yang gebet tuh cewek. Terlebih kalo kamu menganggap persahabatan itu penting. Cari yang lain aja, selesai.

4. JANGAN DEKATI ADIK TEMEN
       Gue pernah iseng bilang gini ke temen gue, "Adek lo cantik juga, ya? Hehehe" Temen gue langsung melototin gue dan bilang, "Berani deketin, gue bunuh lo!!" Saat itu muka gue langsung pucat pasi denger temen gue bilang gitu.
       Intinya adalah, jangan berani-berani deketin adik temen kamu. Kalo kamu masih pengen berteman (dan masih ingin hidup) dengan dia. Apalagi sampai berniat macarin dia. Soalnya gini, temen kamu udah tau semua sifat kamu. Pasti dia gak pengen adiknya punya pacar seburuk kamu. Mungkin kamu dan temen kamu sama buruknya ya, tapi seburuk apapun cowok, dia pasti sayang dengan adik-adiknya.

5. JANGAN PACARIN IBU KANDUNG TEMEN KAMU
       Yang ini juga jelas jangan sampai dilakukan. Apalagi kalo ibu temen kamu masih punya suami, bisa-bisa kamu masuk UGD. Kalaupun ibunya temen kamu sudah janda, gak mungkin kan temen kamu nanti manggil Bapak ke kamu? Apalagi kalo kamu dan temen kamu seumuran. Hihh, amit-amit!



       Nah, itulah beberapa peraturan tidak tertulis yang tidak boleh dilanggar. Semoga bermanfaat ya. Oke, mungkin ini emang gak berkelas dan enggak banget. Tapi dengan postingan ini gue berharap, gak akan ada lagi temen gue yang "rebutan" satu cewek.
       Kalo kamu menganggap persahabatan adalah segalanya, alangkah bijaknya kalo kamu mematuhi peraturan tidak tertulis itu. Demi menghindari hancurnya sebuah persahabatan, mengalahlah. Ambil hikmahnya, ambil indahnya. Sampai jumpa lagi di postingan selanjutnya ;)






Baca juga artikel lainnya:

Andai Saja Lebih Berani

AAUUWWHHH...

Behind the Event of Baturraden Reunion

Sepenggal Cerita Di Desa Slarang Kidul 1

Sepenggal Cerita Di Desa Slarang Kidul 2

(puisi) KETIKA HATIKU ADA YANG MENGETUK

Dukuhpayung dan Hal Absurd Yang Terkandung Didalamnya

DEMAM TOGEL

MISTERI POCONG HITAM

ASAL JANGAN BAND METAL

MENCINTAI DALAM DIAM

Apa Keluhanmu? #TanyaOmTeri Aja 

#TanyaOmTeri, Ini Jawabannya...

#TanyaOmTeri, Ini Jawabannya...part 2

BANDUNG LOVE STORY

BANDUNG LOVE STORY 2

BANDUNG LOVE STORY 3

Tentang Oponk dan cerita absurd lainnya

Download aplikasi pro gratis untuk android (sangat berguna)

Emm Uuu

Fakta-fakta cowok yang mungkin kamu belum tau

MAKE THINGS HAPPEN!

Cliponyu, sebuah aplikasi recomended untuk jomblo. Download gratis.

PEMIMPIN CILIK.

TIPS MENGHADAPI BEGAL

Tips Agar Kesan Pertama Saat Kencan Jadi Tak Terlupakan

Rabu, 01 April 2015

ANDAI SAJA LEBIH BERANI

       OKE gue tau, blog gue mulai terbengkalai. Gue jadi jarang posting. Gue juga jadi jarang mandi (mungkin yang ini gak ada hubungannya). Yang jelas, gue bingung mau nulis apa. Tiap kali gue mikir, mencoba nyari ide, gue malah pusing. Badan gak enak, bawaannya kesel, perut rasanya gak karuan. Saat gue ngomong gitu ke Didi, temen gue. Dia malah bilang dengan enteng: "PMS kali lo!"
       "Kampret, lo!" tentu gue membantah. Karena waktu itu memang belum tanggalnya. Bukan, bukan, maksudnya, gue cowok, jadi gak mungkin PMS!

       Punya blog membuat gue selalu mikir untuk nulis apa yang bakal gue posting. Tidak jarang gue merenung, menyendiri, berharap bisa mendapatkan inspirasi. Hal ini biasanya gue lakukan saat pup. Tapi bukannya dapet ide, yang ada malah dapet bau yang biadab.
       Kadang gue juga dengerin suara hujan jatuh. Diantara rintikan yang menghantam bumi, gue selalu berharap bisa nulis sesuatu yang keren. Tapi yang ada gue malah galau, tiba-tiba inget mantan, tiba-tiba gue juga inget Indomie. Saat itu gue tau kalo gue laper, dan pengen makan Indomie rasa Mantan Penyet.

       Semenjak punya blog, gue juga jadi inget masa-masa kecil gue. Masa itu samar-samar mulai teringat. Kenangan yang dulu, mulai berterbangan di otak gue. Gue jadi berfikir untuk ceritain tentang masa kecil gue dulu. Tapi disaat gue udah mulai nulis beberapa paragraf, pasti ada hambatan ditengah-tengah: ngantuk. Ini wajar, karena gue biasanya nulis saat menjelang tengah malam. Mungkin karena lebih tenang aja. Lagian kalo malem, sehabis nulis, gue bisa maling ayam dengan aman.
       Besoknya, ketika gue mau melanjutkan tulisannya, gue baca lagi, gue tinjau kembali. Hasilnya: menjijikkan! Gue rasa kurang bagus, gak srek aja gitu. Alhasil gue hapus dan mulai lagi dari awal. Kasus seperti ini terjadi berulang-ulang. Yang imbasnya, gue jadi lama posting ke blog.
       Oke, gue tau semua posting-an di blog ini memang menjijikkan. Tapi percayalah, kalo gue gak hapus dan tetep mem-posting tulisan itu, gue takut yang baca bakal muntah lewat hidung. Lagian gue gak mau dituduh sebagai pemicu kematian orang.

       Contohnya saat gue nulis tentang cewek yang gue suka di desa orang tua gue tinggal, Slarang Kidul. Eh, pas udah nulis banyak, malah gue hapus lagi. Karena memang kurang bagus aja. Ya udah, gue jadi gak pengen ceritain itu. Pokoknya enggak mau!
       Walaupun gue udah lupa siapa nama tuh cewek, tapi gue masih inget banget mukanya: cantik banget. Hampir mirip sama artis FTV, Winda Khair. Tapi sayang, gue gak mau ceritain dia disini.
       Pada saat itu, gue baru kelas 3 di MIN Slarang Kidul. Sedangkan cewek itu beda sekolah dan beda kelas dengan gue. Dia kelas 5 di SD dekat rumahnya. Sebuah sekolah kecil dan sederhana. Sekolah yang bau pesing WC-nya, sampai ke jalan raya. Oke stop! Gue gak akan melanjutkan cerita ini.

       Awal gue ngeliat dia, adalah saat gue main ke rumah Hisam, temen sekolah gue saat itu (Bagi yang belum tau Hisam siapa, bisa baca posting-an yang berjudul: Sepenggal Cerita Di Desa Slarang Kidul 1 dan 2).
       Gue bahkan masih inget baju yang dia kenakan saat pertama kali gue lihat dia. Baju polos panjang warna merah dan celana jeans pendek ketat se-dengkul. Kulit putih, rambut panjang yang terikat, gue inget semuanya. Kecuali namanya. Sebenarnya gue berniat menulis nama dia dengan nama samaran Mawar. Tapi setelah dipikir-pikir, kok berasa kayak nama cabe-cabean yang sedang di interview Reportase Investasi, ya?
       Hampir tiap hari gue main ke rumah Hisam. Hanya untuk bisa ngeliat dia. Ingin rasanya gue ngajak kenalan. Tapi gue malu, dia kakak kelas. Gue juga gak berani, mungkin karena waktu itu gue masih kecil. Tapi ternyata bukan, gue emang cemen. Saking cemen-nya gue, gue pernah dipalak sama anak kelas 3 sewaktu gue kelas 6 SD.
       Beberapa bulan kemudian, gue pindah sekolah lagi ke Dukuhpayung. Si cewek itu gue lepas dengan harapan: mudah-mudahan gue bisa ketemu lagi dengan dia. Tapi ternyata tidak. "Kesempatan hanya datang sekali" itu terjadi pada gue. Entah seperti apa dia sekarang, gue gak tau. Udah nikah apa belum, gue gak tau. Udah pernah makan baksonya Mas Kumis apa belum, juga gue gak tau. Lagian kenapa juga dia harus makan bakso Mas Kumis. Entahlah.

       Anehnya kejadian seperti ini (Gak tau nama, tapi inget muka sampai sekarang) gue alami lagi. Gue ketemu cewek kedua ini pada saat ikut lomba IPS. Waktu itu gue kelas 5 SD. Dan gue berhasil lolos ke tingkat Kecamatan mewakili SD gue. Sebelumnya gue berhasil "menghancurkan" wakil dari SD lain di tingkat grup. Yang berisi hanya beberapa SD dari desa-desa sebelah.
       Ada beberapa mata pelajaran yang diperlombakan: IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan yang lainnya. Gue sendiri suka banget sama IPS. Terlebih soal sejarahnya. Itulah sebabnya gue gampang sekali inget sejarah hidup gue, beserta kenangan buruk yang terjadi. Karena dari dulu gue hanya belajar mengingat, dan gak belajar melupakan. Biasanya inilah cikal bakal terjadinya kasus gagal move on.
       Saat itu gue dan Sarah lolos ke tingkat Kecamatan. Sarah mewakili SD gue untuk mata pelajaran IPA. Tapi sayang, temen gue yang lomba di mata pelajaran lain pada gugur. Gue yakin mereka gak ada duit buat "nyogok" guru pengawas.

       Keesokan harinya, gue dan Sarah berangkat ke SD desa sebelah untuk lomba. Kita didampingi guru gue saat itu. Ketika gue memasuki ruang perlombaan, terlihat beberapa anak (malang) yang siap gue hancurkan. Mereka terlihat tegang. Ada yang melihat keatas, mungkin menghafal soal-soal yang sudah dia pelajari. Ada yang melihat ke kanan kiri, memperhatikan lawan-lawannya. Ada juga yang melihat kebawah meja, belakangan diketahui dia memang suka ngintipin rok cewek.
       Perlombaan dimulai. Gue cukup tegang juga waktu itu. Beberapa sesi perlombaan gue lewati dengan mudah. Tapi pada saat sesi Pertanyaan Rebutan, petaka menimpa gue. Ketika pertanyaan pertama telah dibacakan, gue kalah cepat untuk unjuk jari. Dan disinilah gue melihat si cewek kedua itu. Dia yang bisa unjuk jari lebih cepat dari gue. "Oke, pertanyaan berikutnya, gue gak mau kalah cepet", kata gue dalam hati, dengan raut muka antagonis.
       Pertanyaan kedua dibacakan, dan gue emang anak pertama yang unjuk jari. Tapi guru yang membacakan pertanyaan gak ngeliat gue. Memang gue akui: gue item. Mungkin guru itu mengira gue hanyalah bayangan. Apalagi saat itu, gue duduk di pojok yang cukup gelap. Jadi, gue-nya  item dan tempatnya gelap. Sungguh kesempurnaan yang merugikan.
       Gue kalah cepat lagi. Dan lagi-lagi si cewek itulah yang berhasil menjawab. Sepuluh pertanyaan rebutan telah selesai dibacakan. Inilah sesi terakhir lomba ini. Mungkin ada sekitar tiga kali gue kalah cepet dan gak keliatan. Si cewek ini berhasil menjawab banyak pertanyaan. Saat dia menjawab, gue selalu melihat dan memperhatikan dia ngomong. Gue cukup kagum dengan kecerdasannya. Sementara anak yang lain, gue pikir mereka cuma pelengkap. Gak ada yang mencolok sama sekali. Mungkin hanya satu atau dua pertanyaan yang "terlepas" dari gue dan si cewek itu dan berhasil dijawab sama anak yang lain.

       Saat-saat menegangkan pun tiba: pengumuman juara. Semua anak terlihat tegang. Karena hanya juara pertama yang berhak lolos ke tingkat Kabupaten. Deg-degan juga gue saat itu.
       Akhirnya, kenyataan pahit menimpa gue. Gue hanya dapet juara dua. Dan juara pertama? Tepat! Si cewek itulah yang berhasil menggondol juara satu, mewakili sekolahnya, SD Dukuhmaja. Sempat terlintas dipikiran gue buat teriak menggila: "GUE GAK TERIMAA!! PASTI INI ADA YANG SALAAHHH!! PASTI ADA KECURANGAAANN!!! DIAA NYOGOOKK!!! YA, PASTI DIA NYOGOOKKK!!!" Tapi niat itu gue urungkan, takut aja nanti gue dikira kesurupan dan gebuk pake bangku sekolah.
       Akhirnya gue mencoba menerima kekalahan dengan lapang dada. Sikap ksatria gue memang udah tumbuh dari kecil (keren ya gue? Ehmm).
       Hal yang bisa gue lakukan saat itu hanya bengong melihat senyum keceriaan si cewek itu. Dalam hati gue: "Gila, udah cantik, pinter juga." Saat itu gue hendak mengucapkan selamat ke dia, tapi Sarah udah manggil-manggil gue dari luar jendela kelas. Akhirnya gue keluar kelas dan pulang dengan harapan yang pupus. Si Sarah lolos apa enggak? Dapet juara juga enggak!
       Sepulang dari perlombaan, gue masih mikirin si cewek itu. Rambutnya bergelombang, wajahnya yang manis, kecerdasannya, ahh itu semua sukses ngebuat gue senyum-senyum sendiri. Saat itu harapan gue sama: bisa bertemu dia kembali. Tapi sekali lagi, "Kesempatan hanya datang sekali". Gue gak ketemu dia lagi. Sampai sekarang, gue masih penasaran. Seperti apakah dia sekarang?

      



      

Notes:
       Gue yakin, semua cowok pasti pernah mengalami apa yang gue alami. Saat melihat cewek, kita dengan bodohnya melewati kesempatan berkenalan begitu saja. Hanya lantaran kita malu, takut, gak pede buat ngajak dia kenalan.
       Andai saja kita lebih berani, mungkin saja kita sudah melewati masa pacaran yang indah dengan dia. Inilah yang gue rasakan sebagai cowok. Gue gak bisa ngebayangin gimana kalo kejadian yang gue alami, terjadi pada cewek. Para cewek gak bisa ngungkapin perasaannya kalo dia suka sama cowok.
       Malah dari banyak kasus, para cewek udah deket dengan cowok yang dia suka. Tapi gak dijadiin pacar juga. Ya namanya juga cewek, dia hanya bisa menunggu. Pasti nyesek banget, ya?
       Mungkin solusinya kita harus sedikit lebih pinter, dan nyoba nyari lagi. Capek kan dibodoh-bodohin, di PHP-in, dan menunggu yang gak pasti?













Baca juga artikel lainnya:

AAUUWWHHH...

Behind the Event of Baturraden Reunion

Sepenggal Cerita Di Desa Slarang Kidul 1

Sepenggal Cerita Di Desa Slarang Kidul 2

(puisi) KETIKA HATIKU ADA YANG MENGETUK

Dukuhpayung dan Hal Absurd Yang Terkandung Didalamnya

DEMAM TOGEL

MISTERI POCONG HITAM

ASAL JANGAN BAND METAL

MENCINTAI DALAM DIAM

Apa Keluhanmu? #TanyaOmTeri Aja 

#TanyaOmTeri, Ini Jawabannya...

#TanyaOmTeri, Ini Jawabannya...part 2

BANDUNG LOVE STORY

BANDUNG LOVE STORY 2

BANDUNG LOVE STORY 3

Tentang Oponk dan cerita absurd lainnya

Download aplikasi pro gratis untuk android (sangat berguna)

Emm Uuu

Fakta-fakta cowok yang mungkin kamu belum tau

MAKE THINGS HAPPEN!

Cliponyu, sebuah aplikasi recomended untuk jomblo. Download gratis.

PEMIMPIN CILIK.

TIPS MENGHADAPI BEGAL

Tips Agar Kesan Pertama Saat Kencan Jadi Tak Terlupakan

Jumat, 27 Maret 2015

AAUUWWHH...

       WAH udah lama ya gue gak posting ke blog. Bukan tanpa sebab lho! Itu semua karena tangan kanan gue sakit banget (padahal mah emang lagi gak ada ide hehe..). Pada mau tau gak yang sakit bagian mana? Ini nih sebelah sini, liat kan? Iya ini, bagian ini nih. Masa gak liat sih? Ah yasudah lah.
       Karena sakit, gue memutuskan buat pijat ke tukang cukur. Bingung kan? Gue juga gak tau namanya siapa. Tapi dia biasa dipanggil Abang. Profesinya sih tukang cukur. Dia punya lapak pangkas rambut gitu di bilangan Manglid deket Sayati Lama, Kabupaten Bandung. Dan kebetulan dia tetangga gue disini. Dia juga terkenal biasa meraba (baca: memijat) orang.
       Si Abang ini orang Padang tulen. Orang Padang yang berprofesi sebagai tukang cukur di Bandung. Baru denger kan? Ya, gue juga. Karena memang biasanya profesi tukang cukur di Bandung ini di dominasi oleh orang Garut. Walaupun si Abang ini orang Padang, tapi cara dia nyukur seperti tukang cukur pada umumnya. Gak nyukur sambil silat, gak juga sambil makan rendang.
       Gue pernah sekali cukur ke si Abang. Cukurnya sih biasa, yang beda itu pijatan setelah cukurnya: enak banget. Beda banget sama cara mijatnya tukang cukur dari Garut. Saking enaknya, gue rela cukur tiap hari kesana. Gundul-gundul dah!

       Tepatnya kemarin malam, gue pijat ke si Abang. Awalnya gue bilang ke si Didi, temen gue. "Di, kayaknya gue perlu pijat deh."
       "Ok ntar gue bilang ke si Abang, ya!" kata Didi. "Paling ntar jam 10 juga dia balik."
       "Iya deh."
       Si Abang memang sudah biasa memijat temen-temen gue disini. Tapi ini pertama kalinya buat gue.

       Gue pun menunggu. Tapi setelah jam 10 malam, si Abang belum juga datang. Dia masih di lapak pangkas rambutnya.
       Jam 10:45 si Abang belum juga pulang ke kontrakannya.
       11:10 malam, gue ketiduran.
       11:12 itu perbandingan muka gue sama Harry Styles.
     
       Lewat jam 12 malam, gue dibangunkan dari tidur. Gue lihat si Abang udah ada di kontrakan gue. Buat yang pengen tau, si Abang ini muka dan perawakannya mirip Yayan Ruhian. Tapi saat berantem di lift sama Iko Uwais di film Merantau.
       "Bagian mano yang sakit?" kata si Abang dengan logat Minangnya yang kental.
       "Disini, Bang!" gue menunjuk bahu kanan, tepat diatas ketek gue.
       "Buka ajo bajunyo!"
       Gue membuka baju dan duduk membelakangi si Abang.

       Si Abang mengambil minyak tawon dan menggosok-gosokan ke telapak tangannya. Dia lalu menempelkan kedua tangannya ke punggung gue. Persis seperti pendekar yang lagi mengobati luka dalam muridnya. Kayak di film Dendam Nyi Pelet gitu.
       Sekitar satu menit kita dalam posisi ini dengan keheningan. Kemudian si Abang mulai memijat gue.
       "AAWWW!!" jerit gue agak kencang. Sakit, tekanannya keras banget.
       "Kenapo, terlalu keras? Mau sayo pelankan lagi?" kata si Abang, sedikit ketawa.
       "I..iya, Bang." gue menyeringai.

       Tidak lama kemudian, Didi pulang. Dia habis membeli nasi goreng.
       "Udah lama, Bang?" sapa Didi.
       "Aihh, baru ajo."

       Si Didi kebelakang. Kemudian dia balik ke kamar dengan segelas kopi hitam.
       "Diminum, Bang!" kata Didi.
       "Aihh, merepotkan sajo!"
       "Enggak kok, Bang."
       Sementara itu gue sibuk menahan sakitnya tekanan tangan kasar si Abang.
       Si Abang menyuruh gue tidur tengkurap. Dia mulai meng-grepe (baca: memijat) punggung gue. Disamping kita, Didi duduk menonton tv. Mungkin karena gak ada acara yang seru, Didi menyalakan DVD player. Dia mulai memilih kaset DVD bajakan koleksinya.
       "Mau nonton apo?" tanya si Abang ke Didi.
       "Iya.. apa ya?" Didi bingung, karena memang semua DVD sudah pernah dilihatnya. Tapi kemudian Didi memilih nonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Sebenarnya sudah berkali-kali Didi nonton film ini. Tapi kemudian gue tau. Yaitu karena si Abang orang Padang. Semenjak pertama kali nonton film ini, Didi memang penasaran tentang adat Minangkabau. Apakah memang seperti yang diceritakan dalam film itu apa tidak.
       "Udah pernah nonton film ini, Bang?" tanya Didi.
       "Film apo memang?"
       "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Bagus nih film, Bang!"

       Didi mulai memainkan film itu. Setelah film mulai, si Abang bilang, "Ohh, ini kan sudah tayang di tv kan?"
       "Iya, di RCTI." jawab Didi.
       "Sayo pernah lihat waktu itu, tapi tidak sampai selesai."
       "Nah, kali ini selesaikan, Bang!" kata Didi sambil ketawa kecil gitu.

       Setengah jam film dimainkan. Sementara itu gue kesakitan. Demi meredam suara jerit gue yang mirip seperti bencong ngelihat kecoa, gue terus-menerus membenamkan muka gue ke bantal. Tapi gerakan tangan si Abang, cukup sering membuat gue mendongak keatas.
       "Kalo Abang Padang-nya dimana sih?" tanya Didi.
       "Sayo di Pariaman."
       "Jauh dari Padang Panjang, Bang?"
       "Lumayan, dua setengah jam kalau naik motor."
       "Kalo Batipuh jauh, Bang? Batipuh itu apa sih, Bang? Kampung apa Kecamatan sih?"

       Didi yang memang penasaran, terus menghujani pertanyaan ke si Abang.
       "Jauh juga. Batipuh itu kayak Desa, Dusun gitu lah." jawab si Abang dengan sabar.
       "Ohh.." Didi manggut-manggut.
       Gue hanya mendengarkan obrolan mereka. Tenaga gue habis. Gue gak bisa ikut ngobrol. Karena yang bisa keluar dari mulut gue cuma: "AAWWW!"
       "Pas ini, disini!" kata si Abang. "Sayo nonton cuma sampai sini waktu itu." Si Abang nunjuk adegan dimana Zainuddin pulang dari pacuan kuda, karena gak bisa dekat dengan Hayati.
       "Ohh..iya." Didi manggut lagi, menanggapi si Abang.
       "Di sano memang sering ado pacuan kuda." si Abang menambahkan, "Di daerah sayo malah sampai sekarang masih ado. Gede-gede lagi."
       "Apanya, Bang?" Didi kaget.
       "Uang taruhannyo."
       "Ohh..itunya juga gede ya, Bang?"
       "Apanyo?" giliran si Abang yang kaget.
       "Kudanya." kata Didi, diiringi ketawa kecilnya.
       "Iyo..lah!"

       Mereka berdua terus asyik ngobrol. Gue semakin lemah terkulai, kesakitan.
       "Aauuww.." jerit gue lagi, disertai kepala yang mendongak keatas.
       "Masih sakit? Padahal sudah paling pelan, lho!" ujar si Abang. "Mau sayo pelankan lagi?"
       "Gak usah, Bang! Segini cukup kok." kata gue berbohong. Gue gak mau nanti si Abang beranggapan kalo orang Jawa itu cemen-cemen. Jadi biarlah gue sakit, asalkan gue bisa menjaga nama baik suku gue. Ehmm..keren ya gue? :D

       "Kalo orang Bugis itu apa sih artinya, Bang?" Didi terus nanya.
       "Bugis itu kayak nama daerah. Dekat Medan itu, Sumatera Utara." jawab si Abang dengan sok tau.
       "Hihihii.." gue ketawa mendengarnya.
       "Kenapo tertawa? tanya si Abang ke gue.
       "Geli, Bang.. hihihii.." jawab gue bohong. Si Abang percaya aja, karena memang dia mulai memijat bagian paha gue. Didi pasti tau kalo si Abang gak tau soal Bugis itu apa.
       "Oh kirain Bugis itu artinya miskin." ujar Didi, kalem.
       "Hahaha.." gue ketawa cukup kenceng. Sebelum ditanya kenapa, gue bilang: "Geli banget, Bang! Hehe.." Gue bohong lagi. Anggapan gue salah ternyata. Didi mengira saat tokoh Zainuddin dikatain orang Bugis, dia kira itu artinya: orang miskin.
       Gue jadi inget, pernah disuatu hari Didi lagi dengerin lagu Reggae yang ada Lombok-Lomboknya gitu. Sedangkan gue lagi serius kerja. Diantara panasnya cuaca dan suasana yang hening, tiba-tiba Didi nanya ke gue: "Pon, Lombok itu di Jawa Tengah apa Jawa Timur, sih?" Karena gue kira dia bercanda, gue pun dengan sangat malas menjawab: "Di pantai barat pulau Sumatera, Di. Dekat Pontianak."
       "Oh.." kata Didi, kalem. Gue gak nyangka dia percaya begitu aja.

       Dua jam lamanya gue dipijat. Seluruh badan gue linu. Setelah pijat, gue memutuskan untuk langsung tidur. Sementara si Abang dan Didi masih nonton. Si Abang pun sepertinya mulai hanyut terbawa cerita filmnya. Sepanjang film diputar, tak henti-hentinya Didi nanya ke si Abang. Soal adat Minang lah, soal cowok disana yang katanya dibeli cewek lah, sampai ke masalah personal seperti: Abang ngantuknya kapan, ya? Karena memang Didi udah terlihat ngantuk banget malam itu. Tapi si Abang belum juga pulang.
       Paginya, Didi bilang kalo semalam si Abang pulang jam setengah tiga pagi. Gue sendiri gak bisa bayangin, dini hari dua orang lelaki nonton film drama romantis, berasa geli aja gitu.

       Hasil pijatan si Abang, badan gue sih jadi enak. Tapi tangan gue gak sembuh, masih sakit sampai sekarang. Gue terancam gak bisa kerja, terancam gak punya duit, terancam jadi gembel. Maksudnya, lebih gembel dari sekarang. Mungkin ini semua karena gak ada yang ngingetin gue buat jaga kesehatan :(




Notes:

Buat yang nanya cerita di blog ini asli apa enggak, gue jawab: ya, asli. Semuanya berdasarkan kejadian nyata di hidup gue. Meski begitu, ada tambahan unsur komedi didalamnya. Nama yang diceritakan disini juga gue samarkan, atas inisiatif gue sendiri :D


Baca juga artikel lainnya:

Behind the Event of Baturraden Reunion

Sepenggal Cerita Di Desa Slarang Kidul 1

Sepenggal Cerita Di Desa Slarang Kidul 2

(puisi) KETIKA HATIKU ADA YANG MENGETUK

Dukuhpayung dan Hal Absurd Yang Terkandung Didalamnya

DEMAM TOGEL

MISTERI POCONG HITAM

ASAL JANGAN BAND METAL

MENCINTAI DALAM DIAM

Apa Keluhanmu? #TanyaOmTeri Aja 

#TanyaOmTeri, Ini Jawabannya...

#TanyaOmTeri, Ini Jawabannya...part 2

BANDUNG LOVE STORY

BANDUNG LOVE STORY 2

BANDUNG LOVE STORY 3

Tentang Oponk dan cerita absurd lainnya

Download aplikasi pro gratis untuk android (sangat berguna)

Emm Uuu

Fakta-fakta cowok yang mungkin kamu belum tau

MAKE THINGS HAPPEN!

Cliponyu, sebuah aplikasi recomended untuk jomblo. Download gratis.

PEMIMPIN CILIK.

TIPS MENGHADAPI BEGAL

Tips Agar Kesan Pertama Saat Kencan Jadi Tak Terlupakan