PACARAN sama Beby ngebuat gue jadi sering mandi. Pernah disuatu sore, Beby dateng ke rumah Om gue. Dan kebetulan gue lagi disitu. Entah apa yang ada di benak Beby saat itu. Tiba-tiba aja dia bilang ke gue:
"Kamu kalo mau main ke sini mandi dulu atuh!"
"Hah?"
"Iya mandi! Hehe.."
"Hari ini aku udah mandi loh."
"Oh..hehehhmm"
"Kamu kalo mau main ke sini mandi dulu atuh!"
"Hah?"
"Iya mandi! Hehe.."
"Hari ini aku udah mandi loh."
"Oh..hehehhmm"
Sebenarnya wajar aja sih kalo Beby bilang gitu ke gue. Karena emang udah gak diragukan lagi kalo gue itu item. Item banget. Dari lahir udah item. Ditambah kerjaan gue yang blusukan ke pasar-pasar (baca: ngemis), jadilah gue yang semakin tabu dilihat.
Saking itemnya gue, kalo gue ngeliat acara Berburu di TRANS7 suka ngomong sendiri gitu. Jadi pas si pemburunya lagi mau nembak babi hutan, gue secara refleks bilang: "Awas kaakkk, awaass itu mau di tembak manusia! Awaaasss!!" DORRR..
Saking itemnya gue, kalo gue ngeliat acara Berburu di TRANS7 suka ngomong sendiri gitu. Jadi pas si pemburunya lagi mau nembak babi hutan, gue secara refleks bilang: "Awas kaakkk, awaass itu mau di tembak manusia! Awaaasss!!" DORRR..
Balik ke Beby. Sekitar sebulan sudah gue pacaran sama Beby. Hari demi hari, gue tambah cinta dengannya. Malam malam gue terasa lebih terang dan sangat indah dilalui.
Sampai akhirnya disuatu malam, Beby terlihat berbeda malam itu. Kita berdua duduk di depan tempat Om gue. Beby terlihat murung. Dia banyak diem malam itu. Gak periang seperti biasanya.
"Kamu kenapa?" Gue coba buka obrolan.
"Gak papa."
"Kamu ada masalah?"
"Gak ada kok." Jawab Beby singkat sambil mulai megang-megang daun sebuah tanaman di pot.
"Kayaknya kamu lagi sedih ya?"
"Biasa aja kok." Beby mulai memotong daun itu dengan potongan kecil-kecil.
Hening.
Sampai akhirnya disuatu malam, Beby terlihat berbeda malam itu. Kita berdua duduk di depan tempat Om gue. Beby terlihat murung. Dia banyak diem malam itu. Gak periang seperti biasanya.
"Kamu kenapa?" Gue coba buka obrolan.
"Gak papa."
"Kamu ada masalah?"
"Gak ada kok." Jawab Beby singkat sambil mulai megang-megang daun sebuah tanaman di pot.
"Kayaknya kamu lagi sedih ya?"
"Biasa aja kok." Beby mulai memotong daun itu dengan potongan kecil-kecil.
Hening.
Gue bingung. Beby terus sibuk dengan kegiatan potong daunnya. Sempet terbesit dipikiran gue buat nendang itu pot. Dan berniat mengganti kegiatan potong daun Beby dengan sesuatu yang lebih berguna. Gue berniat ngasih dia jarum jahit dan benang. Terus menyuruhnya buat ngejahit kolor gue yang bolong. Tapi niat itu gue urungkan, karena takut nanti Beby mati kebauan kolor.
"Eh liat deh, itu ada pesawat! (nunjuk ke atas)." Gue mencoba memecah keheningan.
Beby ngeliat ke atas langit, terus ngeliat gue, kemudian ngeliat kebawah lagi mainan daun.
Hening.
"Beby, itu liat pesawat lagi!" Lagi-lagi gue dengan begonya ngmong gitu.
Reaksi yang sama juga ditunjukkan Beby: liat langit, liat gue, mainan daun.
Sumpah gue bingung. Gue gak tau musti ngapain. Mengingat gue yang bukan smoothtalker (orang yang pandai ngomong), gue pun hanya bisa bengong.
Anehnya, ada sekitar 4 pesawat yang terlihat kerlap-kerlip tertangkap mata gue lewat diatas langit (gue selalu ngeliat ke atas kalo lagi bingung/grogi). Dan gobloknya, sebanyak itulah gue nunjukin pesawat itu ke Beby. Tetep! Reaksi Beby selalu sama.
Beby ngeliat ke atas langit, terus ngeliat gue, kemudian ngeliat kebawah lagi mainan daun.
Hening.
"Beby, itu liat pesawat lagi!" Lagi-lagi gue dengan begonya ngmong gitu.
Reaksi yang sama juga ditunjukkan Beby: liat langit, liat gue, mainan daun.
Sumpah gue bingung. Gue gak tau musti ngapain. Mengingat gue yang bukan smoothtalker (orang yang pandai ngomong), gue pun hanya bisa bengong.
Anehnya, ada sekitar 4 pesawat yang terlihat kerlap-kerlip tertangkap mata gue lewat diatas langit (gue selalu ngeliat ke atas kalo lagi bingung/grogi). Dan gobloknya, sebanyak itulah gue nunjukin pesawat itu ke Beby. Tetep! Reaksi Beby selalu sama.
"Eh kamu laper gak? Makan yuk!" Gue coba memecah waktu yang lebih banyak mengandung keheningan itu.
"Aku gak laper." Beby jawab singkat. Lagi, lagi, dan lagi, gue bingung dibuatnya. Kepala gue mau pecah. "SETAAANNN MASUKLAHH KE TUBUH GUEEE!!!" Teriak gue dalam hati. Rasanya saat-saat seperti itu memang pas kalo gue kesurupan.
"Kamu bener gak papa kan?"
Beby geleng-geleng sambil terus main daun.
Hening.
"Aku gak laper." Beby jawab singkat. Lagi, lagi, dan lagi, gue bingung dibuatnya. Kepala gue mau pecah. "SETAAANNN MASUKLAHH KE TUBUH GUEEE!!!" Teriak gue dalam hati. Rasanya saat-saat seperti itu memang pas kalo gue kesurupan.
"Kamu bener gak papa kan?"
Beby geleng-geleng sambil terus main daun.
Hening.
"Udah malem, aku balik dulu ya?" Kata Beby tiba-tiba.
"I-iya deh, aku anter ya?"
"Gak usahlah, udah malem gak enak."
"Yaudah, hati-hati ya!"
Beby pun pulang.
Gue juga pulang.
"I-iya deh, aku anter ya?"
"Gak usahlah, udah malem gak enak."
"Yaudah, hati-hati ya!"
Beby pun pulang.
Gue juga pulang.
Sesampainya dirumah, Beby sms gue: "Kita putus aja ya." Gue senyum lebar "Beby mungkin lagi kecapekan banget ampe salah kirim sms." pikir gue. Gue pun telpon Beby dengan anggapan, mungkin dia bisa lebih banyak ngomong saat di telpon. Tapi telpon gue di reject. Beberapa detik kemudian Beby sms: "Maaf ya." Gue bales: "Iya gak papa, salah kirim sms itu biasa kok." Dia bales: "Maksudnya maaf gak aku angkat telponnya. Dan aku gak salah kirim kok." Jenggg...jeenngg...jeeenggg (musik yang mengagetkan)
Gue gak percaya. Gue coba minta penjelasan di sms. Setelah beberapa kali bales-balesan sms, semua yang tadinya semu, sudah jelas. GUE RESMI DIPUTUSIN. Ya Allah inikah kenyataan yang harus gue terima???
Gue gak percaya. Gue coba minta penjelasan di sms. Setelah beberapa kali bales-balesan sms, semua yang tadinya semu, sudah jelas. GUE RESMI DIPUTUSIN. Ya Allah inikah kenyataan yang harus gue terima???
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar